
Jurusan
Farmasi, sampai sekarang belum banyak orang yang mengenal apa itu
farmasi. Oleh karena itu, insyaAllah, pada tulisan kali ini akan kita
bahasa sedikit tentang Jurusan Farmasi. Kalau untuk Jurusan Fisioterapi
sudah saya bahas
di sini (mengenal Jurusan fisioterapi) dan
di sini (prospek jurusan fisioterapi).
Farmasi sesungguhnya adalah salah satu cabang dari ilmu kesehatan.
Hampir pada setiap STIKES, ada jurusan Farmasi, namun tidak selalu.
Biasanya hanya STIKES yang punya jurusan lengkap yang membuka jurusan
Farmasi seperti di
STIKES Al-Irsyad Cikacap
stikesalirsyadclp.ac.id misalnya. Walaupun bagian dari ilmu kesehatan,
Farmasi lebih berfokus pada dasar-dasar seluk beluk mengenai
obat-obatan.
Kuliah di jurusan farmasi, ilmu yang dipelajari adalah berupa ilmu
untuk membuat sediaan farmasi yang baik (Farmasetika, Bioteknologi
Farmasi, Teknologi Sediaan Padat, Analisis Sediaan Farmasi, dll).
Sediaan farmasi dapat berupa obat, bahan obat, obat tradisional,
kosmetika, vitamin, sabun, shampoo, dan lain sebagainya.
Tidak sekedar itu, farmasi juga mempelajari ilmu yang berkaitan
dengan tubuh manusia baik anatomi, fisiologi, patofisiologi, dll seperti
ilmu biomedik, biologi sel dan molekuler, biokimia, patobiokimia, dll.
Beberapa ilmu lain yang dipelajari antara lain farmakologi, farmasi
fisika, mikrobiologi, dll.
Lulusan dari jurusan farmasi ini biasanya kemudian disebut dengan
‘Farmasis’. Gelarnya, jika berasal dari jenjang D3 adalah A.Md.Far.
Jika dari jenjang S1 maka gelarnya dalah S.Farm.
Seorang farmasis kelak setelah lulus akan dihadapkan pada aktifitas atau
pekerjaan yang membutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran. Maka,
jika anda hendak mengambil jurusan farmasi dan menjadi farmais,
persiapkanlah untuk memiliki karakter-karakter tersebut.
Selama kuliah menempuh studi di jurusan farmasi, akan menghadapi
banyak legiatan penelitian, hafalan dan praktik kerja disamping kuliah
reguler di kampus. Semuanya tentu saja yang berkaitan dengan pembuatan
serta pemahaman seputar obat-obatan dan bahan-bahan penyusunnya.
Prospek Lulusannya bagaimana?
Soal prospek lulusan farmasi, jangan ditanya. Untuk saat ini lulusan
farmasi adalah salah satu lulusan yang memilik prospek cerah. Mengapa
demikian? Karena bidang kerjanya sangat luas, tanpa banyak orang yang
tahu. Contoh beberapa tempat yang memerlukan tenaga farmasi antara lain:
1. Bidang pemerintahan, terutamanya di Departemen Kesehatan, Dinas
Kesehatan, Puskesmas dan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
2. Bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintahan , polri, maupun TNI.
3. Menjadi dosen pada departemen pendidikan nasional sebagai dosen di bidang farmasi.
4. Bagian apotek atau instalasi farmasi pada berbagai Rumah Sakit.
5. Pada bidang industri obat-obatan misalnya: Kalbe Farma, Bayer, mead Johnsons, dan lain-lain.
6. Pada bidang industri Kosmetik, seperti Mustika ratu, martha Tilaar, Wardah, dan lain-lain.
7. Pada bidang industri makanan seperti Wings Food, Indofood, dan lain-lain.
8. Pada bidang jamu dan obat tradisional seperti air mancur, sido muncul, nyonya meneer, atau deltomed.
9. Pada bidang industri dan perdagangan yang menjadi penjamin mutu,
standar keamana dan kualitas produk makanan, obat-obatan maupun kosmetik
seperti Sucofindo misalnya.
Tak hanya yang disebutkan diatas, bahkan seorang farmasis bisa sampai
diterima bekerja di bank. Hal ini terjadi karena lulusan farmasi lebih
sering didapatkan sebagai orang yang terbiasa untuk teliti dan terlatih
untuk tekun. Tentu saja jenis orang seperti inilah yang dicari oleh
bidang perbankan.
Dari penjelasan di atas kita bisa melihat bahwa ternyata prospek
seorang lulusan farmasi untuk mendapat lapangan pekerjaan sekaligus
mengabdikan diri kepada masyarakat tidak sekedar pada satu tempat di
apotek atau rumah sakit saja tapi bisa lebih luas dari itu.
Namun sejalan dengan peluang yang ada, muncul pula tantangan
tersendiri bagi lulusan dan peguruan tinggi farmasi. Selain yang telah
disebutkan di awal, bahwa masih banyak yang belum mengenal apa itu
sebenarnya ilmu Farmasi termasuk peluang pekerjaan apa saja yang
tersedia bagi lulusan lulusan farmasi tersebut.
Maka di sinilah perlunya sosialisasi kepada masyarakat umum tentang
pentingnya kehadiran seorang farmasis yang sebenarnya memiliki andil
penting serta tanggung jawab dalam bidang kesehatan. Bukan hanya sebagai
pendamping dokter sebagai penanggung jawab obat-obatan untuk pasien
semata. Sehingga harapannyadapat menarik minat terutamanya dari kaum
muda untuk memasuki jurusan farmasi. Selain prospek kerjanya yang masih
sangat luas, juga karena lulusan farmasi indonesia khususnya yang
menjadi Apoteker masih sangat kurang.
Tapi, apakah itu Apoteker?
Apoteker adalah orang yang memiliki dasar pendidikan dan keterampilan
dibidang farmasi. Jadi seorang farmasis dapat menjadi apoteker dengan
terlebih dahulu mengikuti pendidikan profesi Apoteker. Setelah lulus
dari pendidikan profesi Apoteker ia mendapat tambahan gelar Apt
(Apoteker). Seorang apoteker diberi wewenang dan tanggung jawab untuk
melaksanakan aktifitas kefarmasian. Tugas utamanya menurut UU kesehatan
no. 36 tahun 2009 adalah meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu
sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian
obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta
pengembangan obat, bahan obat & obat tradisional.
Saat ini di Indonesia baru ada sekitar 50 ribu-an apoteker. Sedangkan
rasio apoteker di Indonesia masih 1 berbanding 8000. Dimana jumlah ini
masih jauh dari kata ideal. Contoh nyata bisa kita saksikan
dirumah-rumah sakit, yang kebanyakan hanya menyediakan satu atau dua
orang apoteker saja.
Demikianlah penjelasan mengenai jurusan farmasi dan prospek kerja jurusan farmasi. Informasi di atas banyak saya ambil
dari sini. Oke,
semoga bermanfaat.
sumber